SHALAT MUSAFIR bag. 1

Kali ini saya akan membahasa tentang Shalat Musafir, ide untuk membahas ini dikarenakan saya dan kawan-kawan di kampus selalu di Jama‘ dan Qashar untuk shalat Zuhur dan ‘Ashar dikarenakan pulang-pergi bandung-jatinangor, untuk shalat Maghrib dan Isya biasanya tidak di Jama’ dan Qashar karena Maghrib biasanya sudah ada di rumah. Sebenarnya yang minta posting pembahasan ini ialah salah satu teman saya, maka dari itu saya posting pembahasan ini. Namun saya akan posting sebagian-sebagian secara continue. Baca selanjutnya…

الدرويش في عاصمة الفرسى (Pengembara di Kota Persia)

Sebuah kisah yang inspiratif banyak hikmah yang terkandung. Kisah ini saya ambil dari pelajaran ” مطالعة ” ketika belajar di pesantren,  dengan bernaskahkan Arab saya coba menterjemahkannya, semoga pembaca dapat menggali hikmah yang lebih mendalam daripada yang saya kemukakan. Mohon maaf apabila dalam terjemahannya ada kalimat yang tidak dapat dipahami ataupun rancu dalam tata bahasanya, semoga dapat memakluminya karena masih dalam pembelajaran. Kisah ini mengusung tema perjalanan seorang pengembara yang mencari tempat berlindung. Baca selanjutnya…

PENGEMBANGAN DAN PENYUSUNAN PARAGRAF

A. Pengembangan Paragraf

        Beberapa pola pengembangan:

(1)   hal-hal khusus (umum-khusus/khusus-umum)

(2)  alasan-alasan (sebab-akibat)

(3)  perbandingan

(4)  contoh-contoh

(5)   definisi luas

Contoh (1): Pengembangan dengan hal-hal khusus

Contoh   a:

        Semua isi alam ini ciptaan Tuhan. Ciptaan Tuhan yang paling berkuasa di dunia ini ialah manusia. Manusia diizinkan oleh Tuhan memanfaatkan isi alam ini dengan sebaik-baiknya. Akan tetapi, tidak diizinkan menyiksa, mengabaikan, dan menyia-nyiakannya.

Contoh  b:

        Sudah beberapa kali Pancasila dirongrong bahkan hendak diubah dan dipereteli. Namun, setiap usaha yang hendak merongrong, mengubah, dan memereteli itu ternyata gagal. Betapa pun usaha itu dipersiapkan dengan cara yang teliti dan matang, semuanya dapat dihancurleburkan. Bukti yang lalu meyakinkan kita bahwa Pancasila memang benar-benar sakti, takdapat diubah dan dipereteli. Baca selanjutnya…

Sistem Kepercayaan (agama) Masyarakat Arab Sebelum Islam

November 13, 2012 5 komentar

Masyarakat Arab lama (sebelum Islam) memiliki keyakinan Animisme, ialah sebuah faham yang beranggapan bahwa setiap benda mempunyai roh, dan roh tersebut memiliki kekuatan ghaib yang disebut Mana dan dikenal sebagai “Kaum Watsani” yaitu kaum yang mempersonifikasikan Tuhan mereka dalam bentuk patung-patung sembahan yang mereka anggap sebagai perantara dengan Tuhan. Mereka percaya akan Tuhan Yang Esa. Namun mereka juga meyakini adanya roh-roh penguasa yang di anggap dan diperlakukan sebagai Tuhan. Berbeda dengan Islam yang mengajarkan untuk meng-Esakan Allah dan hanya kepada-Nya beribadah tanpa perantara apapun. Baca selanjutnya…

Resume Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab

Oktober 6, 2012 3 komentar

KONDISI ARAB PADA MASA ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ 11-13 H (632-634 M)

Abu Bakar namanya Abdullah ibnu Abi Quhafah at Tamimi. Di masa jahiliah bernama Abdul Ka’bah, Setelah memeluk Islam namanya diganti oleh Muhammad menjadi Abu Bakar. Ia digelari “Ash- Shiddiq” yang berarti “yang terpercaya” setelah ia menjadi orang pertama yang mengakui peristiwa Isra’ Mi’raj.

Abu Bakar ash-Shiddiq adalah khalifah pertama Islam setelah kematian Muhammad. Ia adalah salah seorang petinggi di kota Mekkah dari suku Quraisy. Ia juga adalah orang yang ditunjuk oleh Muhammmad untuk menemaninya hijrah ke Yatsrib, atau sekarang dikenal dengan kota Madinah. Ia dicatat sebagai salah satu Sahabat Muhammad yang paling setia dan terdepan melindungi para pemeluk Islam bahkan terhadap sukunya sendiri. Baca selanjutnya…

Kategori:Sejarah

Hakikat Silaturahmi

Diantara ayat yang sering dijadikan dasar bahwa kita wajib bersilaturahmi adalah surat Annisa ayat 1 yang didalamnya terdapat kalimat yang berbunyi, Wataqullâh alladzî tasã`alûna bihî wal arhâm… “Dan bertakwalah kepada Allâh yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim.”

Arhâm bentuk jama dari kata rahim yang berarti kandungan. Imam ar Raghib al Asfahani rahimahullahmenyatakan bahwa rahim berasal dari kata rahmah yang berarti lembut, yang memberi konsekuensi  berbuat baik kepada orang yang disayangi (Mufraadaat al Faazhil Qur’aan, hal. 347) Baca selanjutnya…

Kategori:Silaturahmi